D alam Asian Games 2018 nanti, Lalu Muhammad Zohri, 18 tahun, dipas- tikan akan berlomba di nomor bergengsi 100 meter putra. Untuk itu, Zohri akan segera masuk latihan di pelatnas atletik. Gelar juara di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Finlandia tak harus membuat Zohri menanggung beban. Sebabnya, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sama sekali tidak memberi target apa pun untuk Zohri. “Harap diingat, di Asian Games nanti, dia akan bertemu dengan atlet senior yang lebih berpengalaman. Pelari dari Cina dan Qatar sudah mampu melahap jarak 100 meter di bawah 10 detik, sehingga (Zohri) tidak dibebani target untuk mengalahkan atlet seperti itu,” kata Sekretaris Jenderal PB PAS Tigor Tanjung saat menyambut pelari asal Lombok itu di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa lalu. Saat memenangi Kejuaraan Dunia Atletik Junior, Zohri mencatatkan waktu 10,18 detik.
Ia unggul atas pesaingnya asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz, yang lebih dijagokan. Catatan waktu itu juga nyaris menyamai rekor nasional di nomor yang sama, yang saat ini dipegang Suryo Agung, yakni 10,17 detik, pada SEA Games 2009. Prestasinya itu tentu bikin kaget banyak orang. Termasuk pelatihnya sendiri, Eni Nuraini. Dalam perkiraan Eni, Zohri bisa melahap jarak 100 meter dalam waktu 10,22 detik. “Saya kaget juga. Tidak menyangka dia bisa mencatat waktu seperti itu. Saya tidak punya prediksi ke situ. Perkiraan saya, paling dia bisa mencatat waktu 10,22 detik. Tapi dia bisa di bawah 10,20 detik,” kata Eni. Namun, menurut Eni, kalaupun Zohri mampu membuat kejutan seperti itu, tak lain adalah karena atlet yang baru bergabung bersama pelatnas atletik Indonesia pada akhir 2017 tersebut dikenal sebagai pekerja keras. “Dia (Zohri) paling disiplin. Dia tetap berlatih meski saya tidak menyuruhnya. Saya sudah beri tahu kekurangan dia apa. Tanpa saya suruh, ketika selesai berlatih, dia lakukan latihan-latihan untuk memperbaiki kekurangannya,” kata Eni. Hasilnya tak buruk. Penampilannya dalam beberapa kejuaraan, seperti SEA Youth dan Asian School Games, membuat PB PASI melihat potensi Zohri. Hal itu pulalah yang dilakukan dalam Asian Games ini. Menurut Tigor, meski menjadi atlet yang turun di nomor senior pada Asian Games nanti, Zohri tetap berpeluang meraih medali, yakni di nomor estafet 4 x 100 meter putra. “Dia akan turun di estafet juga, di mana menurut analisis kami lebih berpeluang meraih medali,” kata Tigor
No comments:
Post a Comment